Kamis, 06 Oktober 2011

the story of me and my brother :')



Hai ,aku julia dan aku mempunyai seorang abang yang bernama septiya firdiansah (ferdy). Aku dan abangku selalu bersama sama walau kami selalu bertengkar. Dulu ,saat aku dan abangku masih kecil kami selalu ditinggal oleh orang tua kami hingga kami selalu melakukan apapun berdua, makan berdua, main berdua, tidur berdua,hingga mandi pun terkadang berdua.  saat aku duduk di bangku taman kanak-kanak(TK) dia yang membantu aku mengerjakan tugas tugasku yang menurutku sangat sulit -_- (pada saat itu). Pada saat itu abangku sedang duduk dibangku SMP. Setiap pagi aku dan ayahku mengantarkan abangku ke sekolahnya, dia bersekolah di SMP pramita tangerang. waktu terus berlalu ,aku pun duduk di bangku sekolah dasar(SD) dan abangku pun saat itu telah duduk dibangku SMA dan ia bersekolah di SMAN 8 Tangerang yang letaknya tidak jauh dari sekolahku. Saat itu sedang ada acara pensi di sekolahnya dan aku bergegas pergi untuk menonton pensi itu. Sesampainya, aku jalan mengarah ke bawah panggung dimana abangku berada untuk bersiap siap mengisi acara pensi tersebut. Aku berkata "abang lagi apa disini?ade boleh nonton ya" dan abangku berkata, "yaudah tapi ade jangan disini,disana aja ya" aku pun berkata dalam hati "semoga acaranya sukses terutama saat abangku tampil, amin". Begitu acara selesai aku pun bergegas pulang ke rumah dan beristirahat. Tak lama kemudian abangku pulang dan dia merasa sangat kelelahan. Penyakitnya pun kambuh. ya, dia mempunyai penyakit "HEMOFILIA" dan penyakit itu memang keturunan dari keluarga kami. Kakinya kaku dan sangat sakit untuk digerakkan. Hingga keesokan harinya ia telah pulih kembali dan aku pun lega melihatnya. Walaupun kami sering bertengkar namun rasa sayang , simpati dan peduliku terhadap dia tetap ada. Beberapa bulan kemudian..... pembagian rapot di sekolahku dan abangku. Dan hasilnya adalah aku dan abangku LULUS dengan nem yang cukup memuaskan. Kami pun sampai dirumah dan membicarakan tentang sekolah yang akan kami tuju untuk melanjutkan study. Aku pun melanjutkan sekolah di SMPN 6 Tangerang. Namun, tidak demikian dengan abangku. Penyakitnya kambuh kembali hingga dia dibawa ke luar malaysia dan singapore. Aku pun tidak tega melihatnya sakit sakitan seperti itu. Hingga satu tahun pun berlalu dan dia telah ketinggalan oleh teman teman sebaya nya. Tapi, dia tak patah semangat untuk terus belajar. Dan dia berkata padaku, penyakit itu bukan suatu halangan untuk terus belajar ,malah itu bisa menjadi suatu dorongan agar bisa menunjukkan kelebihan kita kepada orang lain. Dari situ aku belajar banyak dari abangku. Dia pun mengikuti ujian demi ujian untuk masuk ke fakultas yang dia inginkan. Dia akhirnya masuk bina nusantara(binus) dan meraih PERINGKAT PERTAMA dan dia pun mendapatkan beasiswa. Keluargaku termasuk aku sangat bangga kepadanya. Sayang sekali dia tak bisa selalu datang untuk mengikuti mata kuliah bersama temannya yang lain karna dia harus menjalani perawatan di rumah sakit cipto mangunkusumo(RSCM). Terkadang aku pun berpikir bahwa nasib abangku sangatlah malang. Dibalik wajahnya yang selalu ceria dan bersemangat terlihat kesedihan dan penyesalan akan penyakitnya yang tak kunjung sembuh. Hasil test dari lab rumah sakit di malaysia dan singapore pun telah keluar. Dan didalam hasil test tersebut mengatakan bahwa abangku telah menjalani "pengobatan buruk" selama ini dan abangku terkena penyakit yang tak terduga sebelumnya yaitu kanker darah atau yang biasa disebut "LEUKIMIA". Aku pun tak secepat itu mempercayainya. Namun, disaat aku terdiam dikamar aku pun meneteskan air mata dan memikirkan nasib abangku kedepannya. 


Teringat disaat aku bermain dan tak ada menjemputku abangku yang sedang bermain dengan teman temannya rela meluangkan waktunya untuk menjemputku ditengah malam yang gelap gulita. Saat di jalan aku dan abangku bercerita panjang lebar tentang keseharian kami dan peristiwa yang terjadi kepada kami disekolah atau dimanapun. Hingga kami bercerita tentang masalah percintaan kami. Abangku pun selalu berpesan kepadaku "de, kalo lu cari pacar harus yang baik ya. pokoknya harus bisa ngejagain lu dan ngerawat lu" aku , "iya bang iya santai aja sih". Setiba dirumah kami pun beristirahat. Beberapa minggu kemudian... aku, "bang idi tolong bilangin mama ya kalo ade mau ngisi acara dance" bang ferdy, "yaudah iya hati hati lu de" aku, "iya". Selesai mengisi acara aku pun kembali ke rumah dan ingin beristirahat. Tapi ,abangku keluar dari kamar dan berkata "de, anterin gue ke warnet ya sebentar" aku, "ya ampun, yaudah deh ayo". *saat diperjalanan* abangku, "de pelan pelan bawa motornya!!" aku, "iya iya bawel amat" abangku, "de lu jangan nakal ya jangan suka kelayapan atau main main ga jelas kasian mama sama ayah. Kan tinggal lu harapan satu satunya mereka" aku, "lah? elu?" abangku, "kalo gue nanti pergi gimana" aku, "kaya mau mati aje lu gel". sampai di warnet... "gel gue duluan ya" abangku, "iya iya hati hati lu de" aku, "iya bang" . 2 bulan kemudian... ada acara pensi di sekolahku dan aku harus mengisi acara disitu. Setiap hari sepulang sekolah aku terus berlatih disekolah hingga sore. 16 Juni 2010 *sehari sebelum pensi berlangsung* pagi hari saat aku selesai mandi kakaku memberi tau bahwa abangku (ferdy) dirawat dirumah sakit. Aku pun biasa saja karena abangku memang sudah sering masuk rumah sakit bahkan rumah sakit adalah rumah kedua baginya. Beberapa menit kemudian aku berlatih di sekolah hingga sore hari dan entah kenapa saat aku latihan aku terpeleset dan jatuh padahal tempat itu tidak licin sama sekali. Aku bingung tapi aku langsung bangun dan berlatih kembali. Selesai latihan aku pulang ke rumah dan aku merasa sangat gelisah entah apa yang aku pikirkan saat itu aku pun tidak tau. Aku gelisah dan ingin menangis tapi aku tidak tau penyebab nya apa. Seketika terbesit wajah abangku di pikiranku. "Ada apa ini? tumben banget gue ngerasa kaya gini?" aku pun bicara didalam hati. Kemudian keesokan harinya, KAMIS 17 JUNI 2010 aku mandi dan bersiap siap untuk berangkat ke sekolah untuk mengisi acara pensi. Namun ,saat aku ingin berangkat ke sekolah tiba tiba om ku datang dengan wajah panik dan tergesa ges. om, "lia cepat cari chargeran handphone, minta nomer mama! cepat!" aku, "ha? iya iya tunggu sebentar" aku pun mencari sampai ke rumah tetangga dan aku berhasil mendapatkan chargeran itu, setiba aku dirumah "lah ko sepi?" ujarku dalam hati. Tak lama kemudian kakaku datang dan menangis nangis sambil sandaran di tembok, aku "kenapa lu?" kakaku diam dan tidak bicara sedikitpun, aku "jawab kek gue penasaran ,ada apa?" kakaku takut dan gugup untuk mengatakannya, kakaku "abang lu de..abang lu.." berbicara dengan kaku dan dengan mata yang sudah berlinang air mata, aku "abang gue? siapa? bang idi? kenapa dia?" kakaku, "abang lu..." kakaku terlihat seperti tidak kuat untuk berbicara lagi, aku "jawab kek gue serius, bang idi kenapa?" kakaku, "abang lu udah pergi,abang lu meninggal de..." aku, "bercanda lu ga lucu bego!!!" kakaku, "kali ini gue serius ,gue ga bercanda! abang lu beneran meninggal" aku, "PASTI LU BOHONG YA KAN? LU BOHONG!!!" *teriak* dan langsung banting dan kunci pintu kamar, air mata itu keluar dengan sendirinya. Semua amarah keluar dan aku pun membanting semua perlatan yang ada dikamarku. Beberapa saat kemudian kakaku pergi kerumah sakit untuk membantu orang tuaku mengurus jenazah. Aku pun berangkat ke sekolah tanpa kawan hingga aku beranikan diri menaikki angkutan umum  sendirian. Aku terus dan terus menangis hingga sang supir bertanya "kenapa nangis neng?" aku, "abang saya pergi mas", supir "pergi kemana emangnya?" aku, "pergi jauh mas, jauh banget" aku pun semakin menangis dan sedikit sesak nafas lalu supir itu pun masih bertanya "ya jauhnya kemana atuh neng?" aku, "ke surga mas,abangku meninggal" supir, "inalillahi, kenapa ga bilang dari awal?maaf ya neng" aku, "ga kuat saya mas". setiba di gerbang sekolah aku pun teringat saat abangku mengantar aku ke sekolah sampai di gerbang. Aku pun menjerit dan terus menangis hingga banyak orang yang heran melihatku. Saat aku melihat teman temanku yang sedang sibuk mendekorasi panggung aku pun terjatuh lalu teman temanku membawa aku ke mesjid. Aku pun tetap menangis dan mereka bertanya ada apa dengan aku. Aku menceritakan tentang kejadian abangku, abangku yang baru saja meninggal dan saat itu aku sangat bingung harus berbuat apa karna yang ada dibenakku hanyalah abang , abang dan abang. Aku membayangkan bahwa aku tidak akan pernah bisa bermain , bercanda , teratawa , bertengkar atau menikmati hidup bersama abangku lagi. Aku akan merasa sangat kesepian dan amat sangat kesepian. Saat aku memasuki ruang guru dan guruku bertanya "Julia kamu kenapa nangis?" aku hanya tersenyum sambil meneteskan air mata ,lalu teman temanku berkata "abang nya meninggal dunia ,bu" kemudian guruku menyuruhku pulang dan aku pun pulang. Sesampainya digang aku melihat ada bendera kuning dan banyak kendaraan yang terparkir disekitar area rumahku. Aku meneteskan air mata dan langsung lari menghampiri jenazah almarhum abang yang paling aku sayang itu.
Aku melihat wajah nya yang tersenyum kaku dan dihiasi kapas di hidung nya, aku tak bisa menahan tangis dan aku langsung memeluk abangku saat itu juga. "bang bangun bang, bang idi bangun jangan tinggalin ade bang!! banguuuuun!!!" ujarku saat itu, namun tak ada sedikit pun jawaban yang terucap dari bibir abangku. Abang ku hanya terpejam dan tersenyum tanpa suara sedikitpun dan tidak bergerak. Aku mencoba membangunkannya tapi ia tetap diam dan tak emmberi respon sedikit pun. Aku pun menangis tak karuan saat melihat abangku yang terbaring kaku dihadapan banyak orang itu terdiam. Dan aku tambah sedih saat melihat sahabat sahabat abangku yang biasanya selalu diledeki oleh abangku dan selalu tertawa bersama malah menangis dan terdiam melihat jenazah abangku yang sudah tak bisa bergabung dengan mereka lagi. Aku lemas, lemas sekali! tak ada kata lagi yang bisa ku ucapkan saat itu hanya air mata yang aku keluarkan untuk meluapkan rasa kekecewaanku kepada tuhan. "ya allah kenapa harus abangku yang engkau ambil? kenapa harus orang yang sangat dekat dengan ku yang kau ambil? dia salah apa ya allah? dia masih muda! masih banyak cita cita dan keinginan dia yang belum bisa tercapai. tapi kenapa engkau tega mengambil nyawa nya ya allah? apa engkau tak mengizinkan aku untuk bertemu dengan abangku lagi? tapi kenapa? semuanya ga adil buat aku dan abangku! aku sayang banget sama dia ya allah, sayang bangeeet!" . saat aku memandikan jenazah abangku, aku menyentuh tubuhnya yang sudah kaku itu dan aku berkata didalam hati "dulu waktu aku mijitin badan abang masih lembut ,tapi kenapa sekarang jadi begini bang? abang kenapa?" Tak lama kemudian abangku akan dikuburkan.


 rasanya aku engga rela sama sekali kalau abangku harus dikubur. aku ingin dia hidup kembali seperti dulu dan menemani aku lagi seperti biasa. Tapi ,itu tidak mungkin. Abangku sudah tenang disurga walaupun aku disini selalu menangis dan merindukan dia. Aku sangat merindukan kehadiran sesosok pria yang selalu menemani aku disaat aku kesepian, menjaga aku disaat aku ketakutan , melindungi aku disaat aku terkena masalah, membantu aku disaat kesusahan, meramaikan suasana disaat aku merasa bosan dan yang paling penting adalah aku sangat merindukan sentuhan lembut kasih sayang dia seperti saat semasa ia masih hidup bersama aku di dunia. 










Selamat jalan abangku tersayang, Almarhum Septiya Firdiansah
Abang yang tenang ya disana :')
Semoga amal ibadah abang sekecil apapun diterima dan dilipat gandakan oleh Allah SWT
Satu hal yang harus abang tau, walaupun dulu kita sering berantem sampai pernah pukul pukulan / pernah saling dendam tapi semua itu udah ke hapus sama rasa sayang ade yang penuh dan rasa rindu ade yang sangat amat rindu ke abang




I LOVE YOU SO MUCH MY BROTHER 
from your little sister, JULIA EMKA

5 komentar: